Kamu (2)

Lagi.

Pagi ini aku bangun dan meneruskan kalimat terakhirku yang harus cepat-cepat aku tuntaskan.

Sambil mencoba bernyanyi, aku menyelesaikan tulisanku ini.

Aku jadi kangen.

‘…I do I do I do I do I do

Need you

I do I do I do I do I do

Think about you

There’s nothing more that I want

But you…’

Siangnya,

Kamu menungguku di tempat biasa.

Kali ini bukan dengan duduk atau besandar di tiang.

Tapi, kamu berjalan dari ujung jalan yang satu sampai ujung jalan lainnya.

Begitu, sampai kamu merasa lelah dan akhirnya berdiri di tepi jalan.

Aku ingat. Kamu sering kali menungguku seperti itu.

Dan aku jadi ingin menangis.

Karena kamu tidaklah bosan.

Kamu apa adanya.

Kamu…

,,,,,,

01.05

Hari ini mendung.

Hujan luruh dan menit-menit kemudian hujan menjadi bertambah deras.

Kamu cepat-cepat menyusulku ke tempat biasa.

Sebelumnya kamu ada pertemuan yang mengharuskan kamu lebih lama berada di sekolah.

Kamu takut aku menunggu terlalu lama.

Dan satu lagi, kamu tak ingin aku kehujanan.

01.15

Jaket abu mu basah.

Dengan setengah berlari kamu sampai di tempat.

Kamu mencari-cari ke sudut jalan.

Tetapi, yang dicari tidak ketemu juga.

Kamu beringsut karena kedinginan.

Dan bergumam, ‘Dia belum datang’.

01.30

Hujan makin deras.

Kamu jadi gelisah.

‘Apa dia sudah pulang?

Apa dia kesal karna aku terlalu lama?

Apa dia masih disana?’

Semua pertanyaan itu menyerubungimu.

Tetapi, kamu masih tetap menunggu.

01.40

Sekarang hujan telah berhenti.

Hanya saja masih gerimis.

Di ujung jalan sana kamu melihatku tengah berjalan.

Sedang kamu berada di ujung jalan satunya.

Aku melihatmu dan dengan cepat berjalan ke arahmu.

Kamu terlihat lega.

Tetapi, setelah itu kamu memalingkan mukamu ke arah lain.

Aku bertanya dalam hati, ‘Dia kenapa?’.

01.42

Aku mengucap salam dan kamu menjawabnya.

Aku meminta maaf dan menjelaskan semuanya.

Kamu hanya bilang ‘iya’ dan itulah yang membuatku tambah sedih.

Lagi. Aku bilang, ‘Kamu bosen ya sama aku?’.

Dan sudah tertebak apa yang terjadi?

Kamu marah lagi dan kali ini bilang, ‘ Kenapa sih?’.

Aku menunduk dan bilang, ‘Aku takut kamu bosan.’

‘Saya nggak akan pernah bosan sama kamu. Kenapa kamu masih nggak percaya?’

Setelah mendengar itu semua aku lega.

Ingin sekali memelukmu erat-erat dan tidak akan aku lepas lagi.

Tapi kamu masih kelihatan marah.

Dan berjalan sambil menendang-nendang batu.

Kamu kelihatan lucu sekali. Kayak anak kecil.

‘Kita baikan ya?’, kataku seraya memberikan tangan untuk bersalaman.

‘Memang kapan kita berantem?’.

Kamu bilang itu sambil tersenyum dan aku jadi ikut tersenyum juga.

,,,,,,

Kita pulang dengan mengobrol banyak hal.

Tentang aku dan kamu.

Tapi, aku belum tahu ruang kecil itu.

Benteng pertahananmu.

Atau mungkin aku memang tidak boleh tahu.

Ah… apapun itu..

Aku akan tetap menyayangimu.

Aku akan tetap percaya kamu.

Aku tak akan bosan denganmu.

Semoga kamu juga begitu.

‘…On this bright night

I wanna swear

I will always be there

By your side

This I promise you babe

That I will always

Treat you right

Cuz so many men I know

You’re the one that I love so true

Every Lil’ thing you did to me

No body else can do…’

Tamat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: