Otak kita nihhh…

>>> Otak “kiri dan kanan”

>> Serebrum (korteks serebral)

Ber-evolusi : sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Sebutan umum : Otak kiri dan kanan.

Lokasi : membungkus seluruh otak, meluas ke seluruh daerah dahi.

Fungsi : Organisasi, ingatan, pengertian, komunikasi, kreativitas, pembuatan

keputusan, pembicaraan, musik, fungsi –fungsi spesifik lain termasuk

seluruh “keterampilan kortikal” dari “otak kiri dan kanan”.

Fakta yang menarik :

1. Serebrum adalah bagian terbesar otak kita.

2. Serebrum dibungkus oleh suatu lapisan bergelombang setebal 3 mm sel-sel saraf yang dikenal sebagai korteks serebral. Kehadiran korteks inilah yang membuat kita dikenali sebagai manusia.

3. Kedua belahan otak dihubungkan dengan jaringan kerja serabut saraf yang sangat halus dan rumit yang disebut corpus callosum; 300 juta serabut saraf ini membawa informasi ulang-alik di antara kedua belahan otak.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Profesor Roger Sperry, yang menerima Hadiah Nobel untuk karyanya, melakukan beberapa percobaan istimewa pada korteks serebral bersama Profesor Robert Ornstein. Mereka meminta para pelajar untuk melakukan beberapa tugas mental seperti melamun, menghitung, membaca, menggambar, berbicara, menulis, mewarnai bentuk, dan mendengarkan musik, sambil mengukur gelombang otak mereka.

Hasilnya sungguh mengejutkan. Pada umumnya, korteks serebral membagi tugas ke dalam dua kategori utama—kiri dan kanan (lihat Gambar). Tugas kanan melliputi irama, kesadaran ruang, Gestalt (gambaran keseluruhan), imajinasi, melamun, warna, dan dimensi. Tugas kiri termasuk kata-kata, logika, angka, urutan, linearitas, analisis, dan daftar.

Riset yang berkelanjutan menunjukkan bahwa jika orang telah dilatih untuk menggunakan satu “sisi” otaknya dan mengasingkan sisi lainnya, maka mereka cenderung membentuk Kebiasaan-Kebiasaan Dominan. Mereka lebih memilih kegiatan yang dikendalikan oleh sisi otak yang telah dipilih dan menggambarkan dengan istilah-istilah tersebut.

Istilah-istilah yang kemudian berkembang adalah “akademik”, “intelektial”, dan “bisnis” untuk kegiatan-kegiatan belahan otak kiri. “Artistik”, “kreatif”, dan “intuitif” untuk kegiatan-kegiatan belahan otak kanan. Tetapi semua itu hanya mneggembarkan sebagian dari kenyataan yang sesungguhnya.

Riset Profesor Ornstein dan peneliti lainnya mengungkapkan bahwa kekuatan dan kelemahan yang berkelanjutan pada keterampilan kortikal seseorang lebih merupakan kebiasaan dan bukan merupakan rancangan dasar otaknya. Jika seseorang yang mempunyai kelemahan semacam itu dilatih pada area tersebut, maka tidak tidak diragukan bahwa mereka akan menjadi terampil dan kuat di wilayah itu. Lebih dari itu secara bersamaan, kinerja di area lainnya juga akan diperkuat! Misalnya, seseorang dengan keterampilan menggambar yang lemah dilatih untuk menggambar dan melukis. Maka penampilan akademis keseluruhannya akan meningkat terutama dalam bidang-bidang seperti geometri, di mana persepsi dan imajinasi berperan penting.

Sebuah contoh lain adalah keterampilan otak kanan untuk melamun yang sangat penting bagi ketahanan otak kita. Melamun memberi istirahat pada bagian-bagian otak yang telah banyak melakukan pekerjaan analisis dan pengulangan, melatih pemikiran projektif dan imajinatif, serta memberi kesempatan yang Anda perlukan untuk berintegrasi dan mencipta. Kebanyakan para jenius menggunakan tindakan melamun yang terarah untuk membantu menyelesaikan masalah, memproduksi ide, dan mencapai tujuan mereka.

Sayangnya, system pendidikan dunia di abad XX lebih memilih keterampilan “otak kiri”—matematika, bahasa, dan ilmu-ilmu pengetahuan eksakta—daripada seni, musik, dan pengajaran ketermpilan-keterampilan berpikir, terutama ketermpilan berpikir Pemikiran Kreatif. Dengan hanya memusatkan diri pada setengah keterampilan otak, maka kita hanya mencipta setengah jadi!

Tetapi kenyataannya situasi ini sebenarnya lebih buruk lagi. Seperti yang Anda tahu dari Prinsip Sinergi Otak, otak adalah suatu pengganda.

Sisi kiri dan kanan korteks serbral kita saling mengirim pesan ulang-alik di antara kedua belahan otak, menciptakan suatu rumusan Sinergis untuk pemikiran dan pertumbuhan. Dengan menghilangkan kemungkinan pertumbuhan yang menggandakan diri ini, maka yang diciptakan bukanlah setengah jadi, tetapi hanya 1 persen jadi!

Ini membuat riset terhadap para jenius besar menjadi bisa dimengerti. Kajian-kajian ini telah menunjukkan bahwa mereka menggunakan “kedua sisi”, “belakang dan depan” dan “atas/bawah”, sehingga Anda dapat menjelajah dan mngembangkan kejeniusan Anda.

(Dikutip dari How to get physically and mentally fit, Head Strong oleh Tony Buzan—Multi-million copy best-selling author)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: